Bagikan

Sebagai seorang santri, sangat wajar pada awal kita masuk pesantren merasakan yang namanya tidak betah “ora krasan”. Beberapa santri mampu bertahan dan melewati masa-masa berat adaptasi dan pada akhirnya menjadi santri yang beradaptasi dengan baik. Di antara beberapa santri yang mengalami masa tidak betah itu, ada saja santri yang ternyata tidak berhasil melewati masa-masa itu. Dalam masa berat itu, perlu ada perlakuan khusus untuk bisa meneguhkan hati para santri itu. Berikut beberapa tips menghadapi santri yang tidak betah bagi para orang tua atau para pengurus pondok dari alasantri.

1. Ingatkan tentang Meluruskan Niat

Sangat penting bagi setiap santri yang masuk pesantren untuk diingatkan kembali tentang niat mereka. Bukan apa-apa, ada saja santri yang berpikiran bahwa mereka mondok bukan karena keinginan adapula yang diminta oleh orang tua, oleh karenanya niat mereka masih setengah-setengah dan belum utuh. Dalam hal ini, orang tua perlu memberi wejangan kepada anak bahwa mondok mereka untuk sebuah tujuan mulia yaitu Tholabul Ilm. Orang tua juga harus menunjukan supportnya agar anak tidak merasa berjuang sendiri. Untuk pengurus pondok juga harus bisa memberi masukan tentang pentingnya niat mondok pada santri-santri yang berjuang. Ceritakan kepada santri bahwa orang tua mengirim mereka ke pondok berarti orang tua sangat saying sekali terhadap kalian dan juga kepada masa depan kalian, tidak ada niatan untuk menitipkan, hanya saja jalan kasih sayang mengharuskan kalian tinggal jauh dari orang tua.

Baca Juga  Santri Membaca Zaman: Percikan Pemikiran Kaum Pesantren

2. Ingatkan tentang perjuangan orang tua mereka

Pada tips kedua ini, biasanya para pengurus membawakan narasi kurang lebih seperti ini:

“Dek, jangan bersedih. Kamu mau orang tuamu tambah sedih kalo tau anaknya yang dibanggakan masuk pesantren dan menjadi anak kebanggaan yang selalu didoakan ternyata tidak betah dan pulang kampung dengan tanpa hasil? Masa kamu tega berbuat demikian?”

Hal ini terbukti membuat anak berpikir dalam tentang orang tua mereka.

3. Ceritakan perjuangan menuntur ilmu kyai atau tokoh.

Biasanya para santri yang tidak betah punya banyak alasasan yang membuat mereka ingin segera pulang ke rumah. Diantara banyak alasan yang ada, alasan fasilitas menjadi alasan paling popular.

“Disini mandi harus antri Panjang, kamarnya tidak nyaman, airnya tidak jernih, makannya nggak seenak di rumah” dan alasan lainnya yang sering dilontarkan. Jika sudah keluar alasan demikian, maka cara yang tepat adalah dengan menceritakan tentang perjuangan kyai-kyai dulu atau para tokoh yang berjuang menuntut ilmu dengan dengan sangat berat. “kamu nggak betah karena airnya tidak jernih, coba bayangkan pak Kyai dulu pas mondok untuk mendapatkan air harus berjalan puluhan kilo meter, tapi tetap semangat!”

4. Carikan satu teman untuk selalu mengajaknya belajar dan bermain.

Ada yang bilang kalau hal-hal pahit jika dilalui dengan Bersama tidak akan terasa pahit. Hal-hal yang berat jika dibawa Bersama pasti tidak akan terasa beratnya. Nah, inilah yang banyak membuat santri bertahan. Kebersamaan akan bisa membuat santri lupa dengan apa yang dikangenkan. Banyak dari mereka yang tidak bertah adalah yang tidak punya teman bermain dan bercerita akhirnya mereka merasa sendiri.

Baca Juga  Netizen NU Jawa Tengah Deklarasi Anti Hoax

5. Ajak keliling atau mengunjungi tempat makan

Tips yang satu ini sudah dibuktikan oleh beberapa pengurus, ketika santri sudah mulai menunjukan tanda-tanda tidak betah dan bersedih, cara unik dan efektif adalah mengajaknya mengunjungi tempat makan dan berbincang-bincang santai. Dengan kondisi yang sangat rileks, santri akan bisa bercerita dengan tenang dan lepas. Dari cerita-cerita yang diungkapkan, kita bisa menangkap apa yang diinginkan oleh santri tersebut yang bisa kita masuki motivasi-motivasi. Terkadang santri baru merasakan penat yang memuncak sehingga mengajaknya berkeliling akan membuat sedikit fresh.

6. Ajak sowan Pak Kyai

Ada hal yang tidak dimiliki oleh seorang pengurus bahkan orang tua sekalipun, hal yang mungkin tidak bisa dirasakan oleh orang biasanya. Hal inilah yang hanya dimiliki oleh para kyai, yaitu sebuah kharisma yang membuat nasehat yang diberikan menjadi sangat sejuk dan mudah ditangkap oleh seorang santri. Jam terbang yang tinggi serta keihklasan yang dalam membuat kyai memiliki cara khusus yang membuat santri tidak betah menjadi sangat nyaman.

7. Ajak ziarah ke makam muassis pesantren.

Tips terakhir adalah membawanya berziarah ke maqbaroh (kuburan) para pendiri pesantren. Orang pesantren pasti sangatlah faham dengan konsep barokah. Ajaklah berziarah dan ceritakan pula perjuangan para pendiri dalam membesarkan pesantrennya.

Bagikan