Bagikan

Di ruang lingkup manapun, sudah tidak asing lagi dengan adanya senioritas, bukan? Terlebih di pesantren, rasa senioritas di dalamnya biasanya sangat tinggi. Senioritas yang ada belum tentu sama dengan senioritas yang ada di luar pesantren. Senior VS Junior di Pesantren punya realita dan hal yang menarik untuk dibahas lebih lanjut.

Mungkin yang sedang baca ini ada yang jadi pernah atau sedang menjadi senior, atau ada juga yang jadi junior? Yuk intip beberapa tipe senior dan tipe junior di pesantren!

Senior Penyayang

             Biasanya senior dengan tipe ini sangat peduli dengan junior atau para  santri baru. Jika salah diingatkan, memberi pengertian yang baik perihal lingkungan di pesantren. Tipe senior yang seperti ini biasanya lebih gampang bergaul dan menjadi kakak sekaligus teman baik oleh para junior.

Senior Cuek

             Senior dengan tipe ini kurang peduli dengan santri baru. Biasanya mereka akan membiarkan santri baru yang masih awam, kurang tegur sapa, merasa dirinya sudah lebih lama di pesantren sehingga merasa lebih berkuasa. Betul kan? Tipe senior yang seperti ini biasanya lebih banyak ditakuti oleh para santri baru.

Senior seharusnya lebih bersikap hangat terhadap santri-santri baru karena mereka masih membutuhkan bimbingan dalam masa adaptasi mereka di pesantren baru. Buat Mbak atau Kang yang sudah jadi senior, yang baik-baik ya sama juniornya, hehe.

Baca Juga  Gebyar Muharroman Ala Santri

Tapi juga ada nih, beberapa tipe junior dalam menghadapi seniornya:

Junior Rasa Senior

            Junior dengan tipe ini biasanya berani menentang dan melawan senior. Kebanyakan ini dilakukan junior atau santri baru yang langsung merasa betah di pesantren. Biasanya ia merasa sudah mampu berdiri sendiri dan tidak butuh lagi bimbingan santri-santri lama yang lebih berpengalaman.

Junior Penakut

            Biasanya tipe ini adalah santri baru yang membutuhkan waktu lama dalam beradaptasi di pesantren baru. Mereka selalu bersikap sungkan terhadap seniornya dan cenderung sangat patuh terhadap setiap peraturan di pesantren atau belum berani mendapat taziran. (Karena biasanya kalau sudah jadi senior mendadak hobi dapat taziran), begitu bukan?

Nah seharusnya menjadi junior yang baik adalah yang bisa beradaptasi dengan pesantren baru, juga sopan terhadap para santri yang sudah lebih lama di sana. Karena kalian akan selalu membutuhkan bimbingan dari mereka. Begitu kawan-kawan. Intropeksi yuk!

Kalian yang mana hayo? Atau kalian punya tipe sendiri? Yuk tulis di kolom komentar!

 

Bagikan