Bagikan

Pada suatu hari, Seorang murid dari Syekh Fudlail Bin Iyadl sedang mengalami sakaratul maut, Syekh Fudlail mendatanginya, beliau duduk di sebelah kepala si murid sambil membacakan surat yasin.

Murid : “Sudahlah guru, jangan mengaji”

Syekh Fudlail diam kemudian mentalqin si murid :

Syekh : “Ucapkan: Laa ilaaha illallah . . ”

Murid : “Aku tidak mau mengucapkan itu, aku sudah lepas dari kalimat itu”

Kemudian si murid meninggal dalam keadaan demikian.
—————————————————————
Syekh Fudlail kembali ke rumahnya, beliau menangis selama 40 hari dan tak pernah keluar dari kamarnya.

Suatu saat Syekh Fudlail bermimpi melihat si murid diseret ke neraka.

Syekh : “Apa yang menyebabkan Allah mencabut ilmumu, padahal engkau adalah murid yang paling ‘alim diantara murid-muridku?”

Murid : “ini karena 3 hal :
1. Adu domba : aku berkata kepada teman-temanku tak sesuai apa yang aku katakan padamu

2. Hasud/dengki : aku iri terhadap teman-temanku

3. Minum arak : aku pernah mempunyai penyakit kemudian aku pergi ke dokter, ia menyarankan aku untuk minum arak, jika aku tidak mau minum maka penyakitku tak akan sembuh”

نعوذ بالله من ذلك

#Minhajul_Abidin

—————————————————————

Ilmu bisa dicabut atau tidak akan bermanfaat jika :
1. Disalahgunakan
2. Tidak mau beramal sesuai petunjuk ilmunya

العلم مفتاح الهداية
Ilmu adalah kunci (pembuka) hidayah

من ازداد علما ولم يزد هدى لم يزدد من الله الا بعدا
Orang yang bertambah ilmu namun tidak bertambah mendapatkan hidayah (tidak semakin bertaqwa) maka ia hanya bertambah semakin jauh dari Allah.

Bagikan
Baca Juga  TIPE-TIPE KARAKTER SANTRI (PART II)