Bagikan

Setiap kata pesantren disematkan, pasti disitu kata “Santri” yang tak mungkin tertinggal, karena pesantren tanpa santri itu kayak sego kucing ra dikareti, ambyar rek. Sebagai seorang santri alangkah baiknya kita tela’ah dulu apa itu arti dari kata santri dalam kata lain memaknai kata santri. Menurut penulis kata santri itu tidak melulu bagi mereka yang menetap atau mukim dipondok, orang yang suka dengan kyai atau nderek’aken kyai juga disebut santri.

Untuk kali ini mungkin penulis mencoba menguraikan kata santri dari huruf ke huruf.
– S: berarti Sabar, maksudnya sabar dalam setiap godaan, cobaan dan lain sebagainya. Apalagi bagi mereka santri baru, pastinya mereka akan lebih sering ingat dengan kondisi rumah beserta isinya, hewan peliharaan, teman sebaya misalnya. Belum lagi ditambah dengan gojlokan atau gasak’an yang datang dari para senior mereka. Pastinya membutuhkan banyak waktu. Maka bersabarlah nak.
– A: berarti Amanah, maksudnya sebagai santri harus mampu melaksanakan amanah yang telah dibebankan kepadanya. Jangan hanya berani bersuara tapi masih menyembunyikan muka, karena itu bukan yang diajarkan setiap harinya. Juga apabila amanah/kepercayaan disematkan padanya untuk menjadi pengurus pondok, maka jadilah pengurus yang professional sesuai dengan apa yang telah diamanatkan.
– N: berarti Niyabah, yakni mampu menjadi ganti. Maksudnya santri harus bisa dalam segala hal, terutama dalam persoalan agama atau menggantikan perkara yang kurang baik menjadi lebih baik. Misalnya ketika kembali kekampung halaman masing-masing bila menghadiri suatu hajatan atau syukuran lalu dimintauntuk memimpin tahlil karena memang yang mendapatkan bagian pada hari tersebut sedang dalam halangan, janganlah sampai mundur satu langkah sekalipun dan sebagai santri harus siap.
– T: berarti Tawakal, setelah sabar, amanah lalu niyabah. Sebagai santri harus berserah diri hanya kepada Allah semata, apapun rencananya, bagaimanapun usahanya hanya Allah lah sebagai penentu akhirnya.
– R: berarti Ridho, maksudnya rela menerima apa yang telah Allah takdirkan
– I: berarti Istiqomah atau konsisten/terus menerus melakukan suatu kebaikan tanpa putus. Satu contoh “Istiqomah itu ya dipaksa, kalo enggak dipaksa ya mana bisa istiqomah yang ada malah rasa malas saja” Pengendikan Abah Nafi’ Abdillah kala dimintai resep dari tamu yg berkunjung ke ndalemnya.

Nurfajri Silmi, Kajen

Bagikan
Baca Juga  Siapa yg salah?