Bagikan

KH Ahmad Warson Munawwir

KH Ahmad Warson Munawwir adalah putra dari KHM Munawwir bin Abdullah Rosyad, yang tidak salah dari istri ke empat. Sesuai adat KH M Munawwir menamai putra nya dengan nama awal sesuai dengan tahun kelahiran nya seperti halnya KH Ahmad Warson Munawwir yang lahir pada tahun wawu, maka oleh KH M Munawwir beliau memberikan nama dengan warson begitu pula dengan putra putra beliau yang lain.

KH Ahmad Warson Munawwir adalah pendiri dan pengasuh PP Almunawwir komplek Q ” yang sekarang saya mondok disana” . Oleh santri santri beliau KH Ahmad Warson Munawwir akrab dipanggil dengan sebutan “Bapak” entah dengan alasan apa kenapa dulu dipanggil seperti itu saya kurang begitu oaham . Sosok Bapak yang begitu kharismatik dikalangan para santrinya menjadi ciri khas beliau sehingga sosoknya sangat membekas sampai sekarang ini meskipun saya pribadi tidak menangi beliau ” waqila beliau wafat tahun 2013″. Bapak yang sangat peduli dengan kehidupan para santri nya tidak sungkan sungkan dalam menanyai seperti halnya menanyakan keadaan kamar, sehat atau tidak . Pertanyaan pertanyaan tersebut lah yang sangat berharga, begitu berkesanya bapak bagi kami Para santrinya .

KH Ahmad Warson Munawwir tidak lain adalah pengarang Kamus legendaris di Indonesia yang masih sangat populer hingga sekarang ini. Dalam penyusunan kamus tersebut beliau dibantu dan di tashih oleh Guru beliau yaitu KH Ali Maksum .Butuh bertahun tahun untuk merampungkan kamus tersebut sampai sampai ada cerita oleh Ibuk ” garwanipun bapak (Hj.Khusnul khotimah ) merasa cemburu dengan kamus yang di buat oleh bapak^_^. Wal hasil kamus tersebut terbit yang diberi nama Kamus Almunawwir yang sampai sekarang digunakan oleh kalangan santri dan lainya. Seiring berkembangnya zaman Kamus Al Munawwid disempurnakan oleh KH Fairuz Warson yang tidak lain adalah putra beliau.

Demikian sedikit kisah KH Ahmad Warson Munaawir dan Kamus legendarisnya ( Kamus AlMunawwir) semoga kita sebagai santri nya di akui oleh beliau dan mengharao barokah ilmu dengan setidaknya mempelajari kamus beliau sebagai wujud dari keilmuwan. Teruntuk Bapak ( KH Ahmad Warson Munawwir) الله اغفر له ورحمه وعافه و عفعنه له الفاتحه.

Bagikan
Baca Juga  Kiai As'ad selalu Hadir dalam Kondisi Genting