Bagikan
dunia kuliah dan santri

dunia kuliah dan santri

Menjadi santri adalah panggilan jiwa yang membuat mereka bertahan sampai waktu yang panjang tinggal di dalam pesantren. Panggilan jiwa itu kadang datang dari pertama mereka masuk pesantren, namun adapula yang jiwa santri mereka datang pada beberapa bulan setelah menjadi santri. Awalnya merasa kurang setuju dengan masuk pesantren melalui perintah orang tua kepadanya, kemudian setelah dijalani ternyata memberinya pengalaman yang luar biasa.

Santri dewasa ini dituntut tidak hanya fokus pada pelajaran keagamaan, santri saat ini juga diharapkan bisa menempuh beberapa pendidikan formal. Pesantren pada tingkat madrasah aliyah dan madrasah tsnawiyah sudah banyak yang menyediakan dua format pendidikan formal dna kepesantrenan. Pada siang hari para santri bernagkat sekolah, pada sore dan malam hari mereka akan mendapatkan pendidikan kepesantrenan seperti ngaji kitab dan alquran. Namun sayangnya, belum banyak pesantren yang mengembangkan dunia pendidikan tinggi atau perguruan tinggi. Yang banyak adalah banyak pesnatren yang menerima beberapa mahasiswa yang juga ingin tinggal dan mengaji di pesantren.

Melihat hal yang ada, banyak santri yang ingin berkuliah akan mencari perguruan tinggi di luar pesantren. Hal ini bukan tidak memberatkan, jelas para santri harus menyesuaikan jadwal di pesantren dan di kampusnya. santri-santri juga kadang harus bergelut dengan waktu jika saja sudah sore menjelang maghrib ternyata mereka masih harus mengerjakan tugas kelompok bersama, di sisi lain mereka sudah harus ada di pesantren. Kejar-kejaran seperti ini sudah menjadi hal biasa bagi para santri yang berkuliah di luar pesantrennya, belum lagi jika mereka ikut dalam salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) atau aktif di organisasi mahasiswa akan lebih panjang lagi cerita mereka dalam berkuliah.

Baca Juga  Literasi Digital Menginspirasi Pendidikan¬†

Di luar kesulitan yang ada, para santri yang juga berkuliah pasti akan menemukan cara dan skema yang mereka anggap nyaman dan menguntungkan. Pada akhirnya, mereka mendapatkan kesan-kesan yang dalam dari keduanya. Dunia pesantren dan dunia perguruan tinggi. Kalian begitu juga kah? Hal apa yang paling berkesan?

Bagikan