Bagikan

Maraknya penggunaan sosial media yang saat ini sudah mengakar bagi warganya, menjadikan Indonesia sebagai peringkat ke-4 di dunia dalam masalah ini. Dari kemunculan fakta tersebut pemikiran-pemikiran baru banyak yang diintegrasikan kedalamnya salah satunya yaitu belajar secara online.

Dalam sosial media atau sosmed, pembelajaran biasanya dilakukan melalui sebuah forum yang di wadahi dengan grup formal atau kelas online, seperti WhatsApp, Facebook, Telegram, dll. Tentunya disitu akan banyak pengalaman yang akan didapatkan. Mulai dari teman baru, ilmu pengethuan baru, pengalaman menyampaikan gagasan sendiri, dll.

Selain pembelajaran  secara formal (grup), sosmed memiliki konten yang menjadi ciri utama bagi netizen, yaitu status atau story. Disitu memuat suatu pembelajaran bermanfaat yang kurang disadari pada aktifitas keseharian. Walaupun terkadang disitu terdapat aktifitas-aktifitas yang berisiko atau berdampak negatif pada diri sendiri ataupun orang lain.

Beberapa manfaat terkait pembelajaran dalam status atau story sosmed di antaranya yaitu:

1. Meningkatkan Kreativitas.

Seseorang akan berusaha mencari gambar, kata-kata, ataupun video yang tentunya diminati banyak orang sesuai dengan situasi dan kondisi. Agar banyak yang ngelike dan comment jempol. Terkadang juga status di gunakan untuk media promosi jualan online. Hal yang seperti ini tentunya akan meningkatkan kreativitas Pengupload status di sosmed.

2. Motivasi yang Mudah Diamalkan. 

“Kenapa status mudah di amalkan?”

Karena berisi sesuatau yang sederhana, yang menarik, interaktif, kreatif. sehingga tidak mudah merasakan kejenuhan. Sehingga pembaca akan tertarik untuk mengamatinya secara seksama. Perhatian yang hanya tertuju pada satu objek, akan mempercepat dalam proses pengingatannya. Dan ingatan tersebut juga akan melekat kuat dalam memory.

Baca Juga  TANGIS-TANGIS SANTRI

“Tetapi kenapa tidak ada reaksi pada aktifitas sehari-hari ?”

Karena sosmed berisi info-info menarik yang akan menimbulkan ketagihan membaca info yang lain dan isinya tidak saling terkait. Sehingga akan menimbulkan gangguan pada proses ingatan antara satu dengan yang lainnya. Sehingga tidak ada reaksi terhadap tindakan-tindakannya.

Selain itu, dalam proses ingatan perlu adanya pengulangan. Info yang ada di dunia maya, tidak ada pengulangan karena hanya dilihat sekilas saja. Sehingga tidak ada hal yang memancing untuk menimbulkan kembali ingatan tersebut sehingga dilakukannya.

“Jadi, apakah membaca status orang tidak bermanfaat ?”

Bisa saja bermanfaat, jika pengunggah story mengulang-ulang isi info atau nasihat yang diberikan, tetapi dengan bahasa yang berfariasi, agar menjadi sasaran perhatian yang utama. Walaupun bertumpukan dengan info-info lain.

Contoh:

Status yang berisi:  {Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at, maka Allah memberinya sinar cahaya diantara dua jum’at”}

Dan setiap hari jum’at info tersebut di ulang-ulang selalu ,seperti:

{Jangan lupa… hari ini hari jum’at, Al-Kahfi-nya Yukk… ^_^ }

Maka ingatan seseorangpun akan terpancing, dan InsyaAllah, kegiatan-kegiatan positif akan terlaksana dengan jalan status sosmed.

Itulah beberapa kelebihan yang di berikan dalam proses pembelajaran dalam sosmed. Tetapi disamping kelebihan-kelebihan tersebut, ada beberapa kekurangan pada metode pembelajaran secara online yang salah satunya melalui media sosmed. Terutama jika dilihat dari sudut pandang seorang santri, yaitu:

  1. Terkadang dalam sosmed ataupun suatu forum tersebut, tidak ditentukan seorang pembimbing, sehingga tidak diketahui secara pasti kepada siapa yang mesti diikutinya dan sampai kepada siapa sanad atau garis sambung ilmu yang didapatkannya.
  2. Dikhawatirkan tidak ada muncul rasa Tawadlu’ kepada seorang guru pembimbing. 
  3. Jika sifat Tawadlu’ tidak tertanam dalam jiwa sesorang, maka didalamnya tidak akan ada suatu keberkahan.
Baca Juga  BERATNYA JADI MAHASISWA YANG JUGA SANTRI

Memang banyak keunggulan yang di berikan dari belajar dengan media online, tapi perlu diketahui ada beberapa kelemahan dalam proses belajar seperti ini. Yang mana kelemahan tersebut dapat berakibat pada kemanfaatan ilmu yang didapatkannya nanti. Karena seperti yang diajarkan dalam dunia pesantren tentang adanya hubungan antara guru dan murid dalam proses Tholabul Ilmi yang berujung pada kemanfaatan suatu ilmu tersebut.

Jadi, dalam proses pembelajaran menggunakan media online, diperlukan adanya ketelitian untuk mencari sumber informasi yang didapatkannya. Dan menjadikan media online hanya sebagai pendamping dalam pembelajaran saja. Tidak menjadikan sepenuhnya sebagai guru belajar yang utama, terutama pemebelajaran dalam hal kaagamaan. Karena di akhirat kelak akan dipertanggung jawabkan semua yang didapatkannya selama hidup di dunia.

apabila ada kesalahan atau kekeliruan mohon maaf….

Bagikan