SEGARIS RAGU (VOL 6)

SEGARIS RAGU (VOL 6)

BagikanPada ruang kecil dengan 3 buah lemari, suasana tak sehangat biasanya. Dingin seolah membeku. Tak ada sedikitpun suara keluar dari lisannya. Beberapa jari hanya menggaris-garis palsu pada udara. Kedua kaki hanya bisa diam tanpa tau ada apa. Badan seolah tak...
SEGARIS RAGU (VOL 5)

SEGARIS RAGU (VOL 5)

BagikanSiapa yang bisa menolak senja? Tenangnya menentramkan. Warna-warnanya teduh bak sebuah wajah ayu dengan tetes-tetes wudhu yang masih menempel pada putihnya. Selembut kain rukuh yang dipakai untuk menghadap Penciptanya. Senja selalu ditunggu setelah siang yang...
Kiai As’ad selalu Hadir dalam Kondisi Genting

Kiai As’ad selalu Hadir dalam Kondisi Genting

BagikanOleh Abdulloh Hamid, M.Pd* Setiap tanggal 10 November kita selalu diingatkan dengan Hari Pahlawan, momentum 10 November 1945 ini bermula ketika arek-arek Surabaya dan sekitarnya berdarah-darah berperang menghadapi tentara sekutu di Surabaya, perang ini adalah...
SEGARIS RAGU (VOL 4)

SEGARIS RAGU (VOL 4)

Bagikankala dedaunan perdu perlahan merunduk. Rantingnya manarik turun. Angin mulai menenang  desirnya. Panas pada lapis-lapis atap mulai perlahan memudar. Baris-baris padi saling bersandar sesekali bergoyang. Burung prenjak terlihat mencuri bulir-bulirnya. Dedaunan...
SEGARIS RAGU (VOL 3)

SEGARIS RAGU (VOL 3)

BagikanSiang seperti biasanya, kala angin tengah merdunya membelai dedaunan. Menggoyang batang-batang padi ke kanan dan kekiri. Mendesir dan menghempas pasir pekarangan. Mengayun beberapa jemuran santri di pelataran. Terkadang menjatuhkan beberapa pakaian yang lupa...