Alasantri

Berawal dari saling sharing tebak-tebakan dengan teman sekamar tentang dunia pesantren dan seluk beluk nahwushorof, beberapa tebakan ternyata memberikan kesan tersendiri yang berharga dan sangat menakjubkan. Tebak-tebakan itu tidak mungkin dimengerti oleh orang lain selain kami (para santri). Dari mulai tebak-tebakan, gombalnahwusharing pengalaman, semuanya ternyata memiliki kesan yang bermakna dan akan sia-sia bila hanya kami saja yang menikmatinya. Kami punya keinginan untuk menyebarkan kepada teman-teman lain yang memilikbackground dan dan dasar yang sama.

Akhirnya, kami bermaksud untuk mengumpulkannya dan membagikannya kepada teman-teman lain yang ada pada lingkup pondok yang ada, dengan memanfaatkan sosial media yang sedang booming yaitu Instagram, kami sharinghal-hal yang kami miliki tentang dunia santri dan dunia pesantren. Hari itu tepat pada tanggal 25 November 2014 pertama kalinya alasantri launch dalam Instagram dengan nama alasantri (ala-ala santri).

Pada awal perkembanganya, alasantri hanya mendapat sedikit respon  dari beberapa pengguna sosial media. Hanya mereka yang pernah atau sedang merasakan dunia pesantren saja yang merespon positif dan antusias. Namun semangat dan juga tekad yang kuat membuat berbagai halangan dapat dilalui oleh alasantri. Hingga saat ini alasantri memiliki banyak penikmat dari berbagai golongan dari mulai santri sendiri maupun orang yang bukan santri namun penasaran dengan dunia pesantren. Saat ini alasantri sudah eksis pada berbagai sosial media sebagai jembatan untuk para santri berkontribusi dan berkomunikasi. Diantara sosial media yang sudah eksis adalah Instagram, Facebook, Twitter, dan LINE. Website ini sebagai rintisan kepada arah yang lebih serius dari kami untuk lebih menunjukan santri di mata nasional maupun internasional.

Admin alasantri tersebar pada beberapa pondok pesantren yang ada di Indonesia. Meski demikian kami terhubung satu sama lalin melalui group privat pada Whatapps maupun Blackberry Messenger (BBM) untuk saling berkorrdinasi dan berkontribusi. Setiap akun sosial media memiliki satu koordinator yang bertanggung jawab penuh terhadap konten dan juga keberlangsungan akun. Segala hal yang menyangkut manajerial diatur oleh pengurus harian agar tidak mengganggu admin dalam memproses sebuah konten untuk di posting. (Admin)

Salam Santri

 

Facebook Comments