cerbung ning lana

Ning Lana #6

Setelah malam memanjang, awal pagi adalah sahabat selanjunya. Tidak banyak orang merenung pada butir detik saat itu, hanya dengkuran panjang yang kadang dihiasi mimpi dan lamunan. Beruntunglah mereka yang terjaga, terjaga karena terbiasa menyambung malam dengan sepertiganya, bukan mereka yang terjaga untuk perbincangan panjang menjemput terang. Beruntunglah mereka yang nafasnya penuh dengan kalimat pengagungan tuhan, […]

cerbung ning lana 3

NING LANA #3

Siapa tidak tenang jika tebing dan jurang sudah sehasta dari kakinya, siapa merasa tidak takut jika taring-taring tajam sudah berana inci dari kulitnya, siapa merasa tidak gentar kilat-kilat tajam pisau sudah siap mengoyak habis badannya, namun semua tidak semestinya merasa takut karena semua rasa takut dan khawatir hanya ada di dalam benak kita yang dalam. […]

cerbung ning lana

NING LANA #2

Malam selalu menyimpan rahasia, gelapnya seolah teka-teki antara hitam dan kelabu. Malam selalu memberi ruang untuk bertanya tentang rahasia pagi yang berada di baliknya, malam selalu saja tak terkaji meski bait-bait nadzom telah berganti rhythm. Malam ini paling kejam, gelapnya menutup sinar-sinar lain yang datang di mataku, semua kilat cahaya seolah ditelannya mentah-mentah tanpa sepah. […]

cerbung ning lana

NING LANA #1

Matahari mulai menjauh seolah jatuh meredupkan sinarnya, pijar-pijar keemasan membias pada dinding-dinding langit yang luas. Suasana menenang dengan hawa dingin yang menyeruak menampar kulit wajah dengan keras. Tetes-tetes air wudhu akan berubah seolah menjadi jarum-jarum dingin yang menusuk pada bagian-bagian rukun dan Sunnahnya. Beginilah suasana pesantren di perbukitan, jika malam tiba menyentuh air adalah sebuah […]

SEGARIS RAGU (vol 15)

Siapa yang paling tegar atas sebuah perpisahan selain langit yang dengan perlahan melepas hujan menjumpai bumi. Garis-garis emas pada gelapnya bukan muram durja atas pilihan hujan terhadap bumi, melainkan sebuah ketegaran dan keyakinan akan sebuah rasa senang melihat hujan menjumpa bumi. Hujan masih saja turun membasahi beberapa bagian pasar. Terlihat air mengalir dengan pelan ke […]

SEGARIS RAGU (VOL 14)

Ummi duduk di ruang tengah rumah tepat di depan meja dengan bersandar pada dinding. Tangannya cekatan membuat beberapa daftar belanjaan. Ummi terlihat sesekali berhenti untuk mengingat-ingat beberapa hal yang harus dibeli. Dahinya berkerut mencoba berpikir. Ummi juga beberapa kali menghitung jarinya untuk membayangkan hitungan barang yang akan dibeli. Daftar belanjaan sudah berderet. Belanja kali ini […]

SEGARIS RAGU (VOL 13)

Miska tampak duduk disamping Tika. Wajahnya kini sedikit sumringah. Di depannya tampak Rini dengan senyum yang mengembang. Masih terbayang dalam benak Rini kejadian kemarin yang sangat berkesan bagi dirinya. Kejadian dimana kisah persahabatannya dengan Miska menjadi semakin kuat. Menjadi semakin kuat karena sebuah cobaan yang tidak terduga. Rini menyadari bahwa ada banyak hal baik di […]

SEGARIS RAGU (vol 12)

Dimana kau simpan gelisah? Pada lapis pikir penuh lipatan dan pengandaian? Atau pada tebal hati yang penuh curiga dan emosi? Sedangkan tak bisa kau pikirkan celah dari gelisah yang kau yakini ada pada dirimu. Juga tak kau rasakan keberadaannya padahal kau rasa besarnya melebihi bumi dan isinya. Lalu dimanakah kau simpan gelisah? Di hati atau […]

SEGARIS RAGU (VOL 11)

Apa kuasa daun atas angin yang menerbangkannya menjauh dari rerantingan. Terhempas menjauh terpisah dari batang asalnya. Mendarat jatuh dengan permukaan yang asing baginya. Tanah yang belum pernah dijumpai harus menjadi satu-satunya dasar pijakan. Tak ada yang bisa diharapkan untuk bisa membuatnya kembali pada ranting pengikatnya. Hanya berharap angin kembali menerbangkannya ke tanah lain yang lebih […]

SEGARIS RAGU (VOL 10)

Pagi selalu punya teka-teki. Anggapan dan bayangan selalu terlintas untuk pagi. Semalam sebelum pagi, milyaran perasaan bercampur aduk membayangkan pagi. Sesuatu yang mungkin saja tidak ditemui. Sesuatu saja yang mungkin bisa memberi sebuah kunci. Pada sebuah pagi, berjuta-juta harapan melayang mengharap hari yang yang penuh dengan kebaikan. Pada sebuah pagi, manusia memulai hari. Pagi itu […]

1 2