ning lana 7

Ning Lana #7

Pagi ini setelah bermunajat, kutenangkan pikiran untuk bisa tetap bersikap biasa. Aku tak bisa serta merta menentukan jawaban dari apa yang kubimbangkan atau dari hasil istikhorohku barusan. Aku hanya bersikap biasa dan menerka-nerka lewat apa Allah akan memberiku tanda atas kebimbangan yang ada. Pagi ini setelah berdoa, kulipat kembali sajadah dan rukuh dan meletakkannya kembali […]

cerbung ning lana

Ning Lana #6

Setelah malam memanjang, awal pagi adalah sahabat selanjunya. Tidak banyak orang merenung pada butir detik saat itu, hanya dengkuran panjang yang kadang dihiasi mimpi dan lamunan. Beruntunglah mereka yang terjaga, terjaga karena terbiasa menyambung malam dengan sepertiganya, bukan mereka yang terjaga untuk perbincangan panjang menjemput terang. Beruntunglah mereka yang nafasnya penuh dengan kalimat pengagungan tuhan, […]

ning lana part 5

Ning Lana #5

Aku sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mengikuti rapat tentang khataman pesantren Annihayah yang kurang 1 bulan lagi. Rapat kali ini rapat pertamaku setelah selesai kuliah, dulu aku tidak pernah mengikuti kegiatan rapat apapun di pesantren, namun semenjak menjadi sarjana, abah sudah mewanti-wanti diriku untuk ikut aktif membantu para pengurus pondok dalam beberapa kegiatan. Usia para […]

cerbung ning lana

Ning Lana #4

Bila kita bisa? Aku pasti mau mengintip masa depanku meski hanya beberapa saat kedepan dari diriku sekarang. Bisa sanggup, aku pasti sudah bersiap dengan paying untuk hujan yang akan datang. Bila mungkin, aku pasti sudah tahu langkahku jika aku tahu deret-deret setapak di depanku. Namun semua itu hanya bisa menjadi rahasia yang membuat kita tidak […]

cerbung ning lana 3

NING LANA #3

Siapa tidak tenang jika tebing dan jurang sudah sehasta dari kakinya, siapa merasa tidak takut jika taring-taring tajam sudah berana inci dari kulitnya, siapa merasa tidak gentar kilat-kilat tajam pisau sudah siap mengoyak habis badannya, namun semua tidak semestinya merasa takut karena semua rasa takut dan khawatir hanya ada di dalam benak kita yang dalam. […]

cerbung ning lana

NING LANA #2

Malam selalu menyimpan rahasia, gelapnya seolah teka-teki antara hitam dan kelabu. Malam selalu memberi ruang untuk bertanya tentang rahasia pagi yang berada di baliknya, malam selalu saja tak terkaji meski bait-bait nadzom telah berganti rhythm. Malam ini paling kejam, gelapnya menutup sinar-sinar lain yang datang di mataku, semua kilat cahaya seolah ditelannya mentah-mentah tanpa sepah. […]

cerbung ning lana

NING LANA #1

Matahari mulai menjauh seolah jatuh meredupkan sinarnya, pijar-pijar keemasan membias pada dinding-dinding langit yang luas. Suasana menenang dengan hawa dingin yang menyeruak menampar kulit wajah dengan keras. Tetes-tetes air wudhu akan berubah seolah menjadi jarum-jarum dingin yang menusuk pada bagian-bagian rukun dan Sunnahnya. Beginilah suasana pesantren di perbukitan, jika malam tiba menyentuh air adalah sebuah […]