Menikmati Budaya Indonesia dengan Cuma-Cuma di Pesantren

0
0

Halo mbak-mbak, mas-mas, adik-adik nyantreners (baca: pesantren lovers). Apa kabar? Semoga tetap semangat aktivitas belajar dan ngajinya, ya! Barangkali ada yang lagi ditakzir, semangat juga dong! Mimin mau share tentang menikmati budaya Indonesia. yuk disimak!

Pasti sudah pada tahu kan kalau negeri yang kita singgahi ini mempunyai banyak sekali budaya. Ada bahasa, kesenian, makanan, adat istiadat, dan masih banyak lagi. Nah tanpa  kita menjelajahi ke seluruh pelosok Sabang sampai Merauke, kita bisa menikmatinya di pesantren dengan Cuma-Cuma loh. Kok bisa? Simak selengkapnya di bawah ini.

Bahasa

Bahasa ini menjadi budaya yang paling jelas terlihat. Apalagi kalau masih santri baru, biasanya para santri masih kebawa bahasa daerah masing-masing dan membutuhkan waktu tidak sebentar untuk adaptasi dengan bahasa pesantren setempat. Iya kan? Pasti kalian pada ketawa-ketiwi kalau denger santri lain yang bahasanya sangat asing dan terdengar lucu. Iya kan?  Atau jangan-jangan ada yang suka nguping ketika santri lain ada yang lagi telfon keluarganya di rumah, ngupingnya cuma buat ngedengerin bahasanya? Hayo ngaku…

Ada bahasa jawa alus, jawa krama, jawa ngapak, sunda, batak, melayu, banjar, betawi, dan banyak sekali, itu semua bisa kita jumpai di asrama pesantren. Barangkali kalau ada yang berminat bahasa tersebut, bisa tuh les privat bahasa daerah ke sesama santri hehe. Meskipun, tetap untuk bahasa keseharian kita disatukan oleh Bahasa Indonesia supaya bisa saling paham.

Kesenian

Kesenian ini bisa dengan bentuk tarian atau pertunjukkan khas budaya daerah. Begini nih! Selain harus bisa ngaji, santri juga harus terampil. Sekarang banyak pondok pesantren yang memberikan wadah bagi para santri untuk berkreasi, dengan diadakannya pertunjukan. Biasanya pertunjukan ini bisa kita nikmati ketika  akhirussanah atau pekan kreativitas santri yang biasanya diadakan rutinan per-periode. Disini para santri akan diberi kesempatan untuk saling menampilkan bakat mereka dan menunjukkan kesenian daerah mereka masing-masing, supaya santri lebih mengenal akan berbagai macam jenis kesenian daerah di Indonesia. Misal nih, ada tari melayu, tari saman, ada drama bahasa jawa, pencak silat, dan lain sebagainya. Gratis lho pertunjukannya! Paling biasanya iuran dua ribuan untuk konsumsi hehe.

 Makanan

Nah, ini nih yang paling seru dan ditunggu-tunggu. Apalagi kalau ada santri yang dijenguk atau dapat kiriman makanan dari keluarganya, wah! Momen paling seru yaitu ketika habis libur lebaran atau habis libur panjang, bisa-bisa kamar asrama jadi gudang makanan. Tiap santri yang habis pulang kampung akan membawa makanan khas dari daerahnya masing-masing.  Uwenak toh?.

Tentunya semua itu bisa kita nikmati dan kita bisa kenyang dengan cuma-cuma. Mutualisme dong! kamu bawa jajan aku bawa jajan, jadi saling bisa menikmati. mencicipi jajanan nusantara termasuk menikmati budaya Indonesia, Setuju?

Tanpa harus ke Yogyakarta, santri ada yang bawa oleh-oleh bakpia, gethuk. Tanpa harus ke palembang, santri ada yang bawa pempek, kerupuk palembang. Tanpa ke Kalimantan, bisa menikmati lempok durian. Apalagi sekarang ada kue-kue para artis yang ada di berbagai daerah itu. Santri kekinian biasanya oleh-olehnya itu kan hehe. Pokoknya tanpa harus keliling Indonesia deh, nyam nyam nyam!

Adat Istiadat

Adat istiadat ini kita bisa mengenalnya melalui kebiasaan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu #cie kita bisa mengenal berbagai macam karakter pribadi masing-masing santri sesuai daerahnya. Ada yang dari jawa biasanya karakter orangnya halus, ada yang dari batak biasanya karakternya tegas. Wah macam-macam karakter kita bisa mengenal deh! Tentunya harus saling memahami ya Mbak, Mas.

Nah, untuk mengenal lebih dalam tentang adat istiadat asal daerah santri lain, kita bisa saling menceritakan, saling berbagi tentang bagaimana daerah masing-masing. Sekali-kali sambil santai di kamar asrama ngobrolin tentang adat di daerah masing-masing juga bisa lho. Ngaji terus juga lelah kan? Hehe jujur aja.

Gimana? Mantap kan gratisannya? Hehe. Kalau mimin sendiri sih, menikmati budaya Indonesia yang paling asik bagian makanan daerah tadi itu tuh! Kuy yang belum mondok, ayo mondok! (Red: LRZ)

baca juga: karakter-karakter santri

alasantri

0
0

Irhas B Author

Penulis kadang-kadang di alasantri.id. Sering berpikir sebelum menulis, tapi lebih sering memikirkan apa yang ditulisnya. Ucapannya tidak lebih baik dari tulisannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *