BERATNYA JADI MAHASISWA YANG JUGA SANTRI

0
0

Menjadi santri memang sudah menjadi panggilan jiwa yang tidak bisa dibendung, termasuk saat sudah menjadi mahasiswa, alhasil kita jadi mahasiswa yang juga santri. Dunia kampus dan dunia pesantren sama-sama dunia pendidikan yang kadang saling mendukung namun kadang juga saling berlawanan. Jika kamu mahasiswa dan juga sedang nyantri, hal-hal berikut ini pasti kamu sering alami baik di pondok maupun di pesantrenmu.

Pulang Tidak Boleh Malam-Malam

Meski sudah berstatus mahasiswa, tentu saja kita juga masih harus mematuhi peraturan yang ada di pesantren termasuk untuk pulang pada jam yang ditentukan. Pada kasus ini yang paling sering mendapat peraturan ini adalah mereka santri putri yang biasanya sudah harus kembali ke pondok sebelum malam atau maghrib tiba, sedangkan untuk para mahasiswa ada kelonggaran sampai Isya ataupun jam 8 malam. Dilema yang lebih berat jika perkuliahan sampai melewati maghrib, kita harus sering-sering meminta izin pada bagian keamaanan karena pulang lebih, itupun kalo boleh izin.

Pilih Ngaji atau Kerja Kelompok?

Siang hari kita habiskan di kampus untuk materi perkuliahan sedangkan malam hari kita mengikuti kegiatan di pesantren. Kadang kala, teman-teman mengajak kita kerja kelompok di malam hari yang tidak mungkin untuk kita keluar dari pondok, alhasil kita menjadi orang yang presentasi tugas karena tidak ikut mengerjakan.

Diminta Nyupir Padahal Harus Kuliah

Pada kasus ini banyak sekali dialami mahasiswa santri putra yang sudah bisa nyetir. Ketika Pak Kyai sudah memanggil untuk mengantar ke luar kota, apa daya selain hanya sendiko dawuh (siap menjalankan perintah). Hal ini sudah banyak memakan korban para santri yang langganan nyopir menjadi lulusnya mundur. Bagi kalian yang ada di posisi ini harus pandai-pandai mengatur perkuliahan.

Ditelpon Pas Jam Kuliah

Saat perkuliahan berlangsung, ada panggilan masuk dari Pak Kyai atau Bu Nyai. Antara mengangkat atau mendiamkan memang pilihan yang berat. Jika diangkat tidak enak dengan dosen, jika tidak diagnkat tidak dengan Pak Kyai atau Bu Nyai. Lebih lagi, jika kita angkat kita tidak bisa langsung menjalankan tugas yang akan diberikan karena posisi kita masih di kampus.

simak juga: barang sepele yang musti santri bawa

Libur Kampus tapi Tidak Libur Pondok

Semua mahasiswa merayakan masa liburan setelah berjuang dengan ujian. Ada yang merencanakan pulang kampung, touring dengan motor, camping, liburan, sedangkan kita hanya akan menghabiskan masa liburan di pondok karena libur pesantren berbeda dengan libur perkuliahan kita. Nikmati aja masa-masa jadi mahasiswa yang juga santri, ya.

Jadi Pengurus Bagi Santri-Santri Lain

Pesantren tempat kita tinggal selama menjadi mahasiswa yang juga santri, biasanya juga dihuni oleh para santri dari tingkat Tsanawiyah dan Aliyah. Oleh karena kita menjadi mahasiswa yang juga santri senior dibanding mereka, kadang kita diminta menjadi pengurus atau pembimbing bagi mereka yang masih sekolah. Menjadi santri sendiri saja masih banyak melanggar, ini diminta menjadi pengawas bagi santri lain, lengkaplah hidupnya. Paling lengkap lagi kebagian siswa yang nakalnya tidak ketulungan.

pernah jadi santri baru? Baca “pertanyaan-pertanyaan santri baru”
Terpaksa Nginep di Kos Teman (paling sering ketika jadi mahasiswa yang juga santri)

Karena tugas kelompok yang tidak bisa ditinggalkan dan sudah harus selesai malam itu juga, Izin harus dilayangkan. Mengerjakan tugas bersama teman-teman tidak terasa sudah larut malam, pulang ke Pondok tidak memungkinkan, kos teman menjadi tempat transit atau pelarian untuk bisa tidur satu malam. itulah beberapa hal berat jika jadi mahasiswa yang juga santri.

Kamu mahasiswa nyantri juga? Mana yang paling sering kamu alami?

 

Go Follow

Instagram : alasantri

Twitter: alasantri

Facebook: alasantri

Facebook Comments
0
0

admin Author

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *