ning lana 7

Ning Lana #7

Pagi ini setelah bermunajat, kutenangkan pikiran untuk bisa tetap bersikap biasa. Aku tak bisa serta merta menentukan jawaban dari apa yang kubimbangkan atau dari hasil istikhorohku barusan. Aku hanya bersikap biasa dan menerka-nerka lewat apa Allah akan memberiku tanda atas kebimbangan yang ada. Pagi ini setelah berdoa, kulipat kembali sajadah dan rukuh dan meletakkannya kembali […]

serba-serbi halalbihalal alasantri

Serbi-Serbi Halalbihalal Alasantri

Masih dalam nuansa syawal, masih cocok kita membahas tentang halal bihalal. Tidak hanya ditanya kapan nikah, berikut ini mimin mau berbagi serba-serbi halalbihalal alasantri yang khas dan berbeda dengan halalbihalal pada biasanya. Apa saja yang khas dan menarik, yuk simak dibawah ini ya. Kerasan di pondok?/betah di pondok? Pertanyaan ini mungkin akan sering ditanyakan oleh […]

cerbung ning lana

Ning Lana #6

Setelah malam memanjang, awal pagi adalah sahabat selanjunya. Tidak banyak orang merenung pada butir detik saat itu, hanya dengkuran panjang yang kadang dihiasi mimpi dan lamunan. Beruntunglah mereka yang terjaga, terjaga karena terbiasa menyambung malam dengan sepertiganya, bukan mereka yang terjaga untuk perbincangan panjang menjemput terang. Beruntunglah mereka yang nafasnya penuh dengan kalimat pengagungan tuhan, […]

tangis-tangis santri

TANGIS-TANGIS SANTRI

Apakah santri bisa menangis? Apasaja yang membuat santri menangis? Berikut mimin berbagi tangis-tangis santri yang mungkin para pembaca juga pernah mengalaminya. Langsung saja kita kupas satu persatu. Tangis yang pertama adalah tangis kekhawatiran. Tangis ini biasanya akan datang ketika orang tua kita memutuskan untuk memondokkan kita. Kekhawatiran yang ada biasanya berkaitan denganĀ  tempat baru yang […]

ning lana part 5

Ning Lana #5

Aku sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk mengikuti rapat tentang khataman pesantren Annihayah yang kurang 1 bulan lagi. Rapat kali ini rapat pertamaku setelah selesai kuliah, dulu aku tidak pernah mengikuti kegiatan rapat apapun di pesantren, namun semenjak menjadi sarjana, abah sudah mewanti-wanti diriku untuk ikut aktif membantu para pengurus pondok dalam beberapa kegiatan. Usia para […]

cerbung ning lana

Ning Lana #4

Bila kita bisa? Aku pasti mau mengintip masa depanku meski hanya beberapa saat kedepan dari diriku sekarang. Bisa sanggup, aku pasti sudah bersiap dengan paying untuk hujan yang akan datang. Bila mungkin, aku pasti sudah tahu langkahku jika aku tahu deret-deret setapak di depanku. Namun semua itu hanya bisa menjadi rahasia yang membuat kita tidak […]

cerbung ning lana 3

NING LANA #3

Siapa tidak tenang jika tebing dan jurang sudah sehasta dari kakinya, siapa merasa tidak takut jika taring-taring tajam sudah berana inci dari kulitnya, siapa merasa tidak gentar kilat-kilat tajam pisau sudah siap mengoyak habis badannya, namun semua tidak semestinya merasa takut karena semua rasa takut dan khawatir hanya ada di dalam benak kita yang dalam. […]

santri sebelum tidur

SANTRI SEBELUM TIDUR

Apa saja yang dilakukan santri sebelum mereka tidur malam? Mungkin dari kita yang sudah pernah nyantri memiliki kebiasaan masing-masing ketika hendak pergi tidur. Ada yang tidur sendirian, berdua, bertiga, bahkan adapula yang tidur seperti satu kampung bersama. Untuk mengetahui kebiasaan apa saja yang dilakukan santri sebelum tidur, yuk lihat beberapa catatan investigasi mimin tentang bagaimana […]

kala rindu sudah mendera

KALA RINDU SUDAH MENDERA

Menjadi perantau adalah sebuah misi mulia, dimana hasil akhir akan menjadi sebuah buah tangan untuk orang rumah yang sangat berharga. Dari tujuan yang mulia dan tidak sembarang orang mau menjalaninya, merantau memiliki proses yang sangat berat untuk dilewati. Para perantau harus lebih dulu menelan pahitnya tanah rantau yang hambar dan penuh dengan kehidupan keras. Kampung […]

cerbung ning lana

NING LANA #2

Malam selalu menyimpan rahasia, gelapnya seolah teka-teki antara hitam dan kelabu. Malam selalu memberi ruang untuk bertanya tentang rahasia pagi yang berada di baliknya, malam selalu saja tak terkaji meski bait-bait nadzom telah berganti rhythm. Malam ini paling kejam, gelapnya menutup sinar-sinar lain yang datang di mataku, semua kilat cahaya seolah ditelannya mentah-mentah tanpa sepah. […]

1 2 3 8